Sen-Jum : 8am - 4pm

Sab : 8 am - 12 pm

Strategi pemasaran online

Lomba 17an Dulu vs Sekarang: Dari Kerupuk ke Pasar Digital

Setiap bulan Agustus, Indonesia penuh dengan semangat kemerdekaan. Warga selalu menantikan lomba 17an setiap bulan Agustus. Dahulu, kita berlomba dalam kegiatan sederhana seperti lomba makan kerupuk. Sekarang, medan persaingan bergeser. Pelaku usaha beradu cepat dalam strategi pemasaran online untuk memenangkan hati konsumen.


Dulu: Lomba Makan Kerupuk

Di masa lalu, lomba makan kerupuk menjadi ajang seru yang memancing tawa penonton. Peserta harus menghabiskan kerupuk yang tergantung, tanpa bantuan tangan. Aturannya sederhana, tapi keseruannya luar biasa. Tidak ada strategi rumit—hanya fokus, kecepatan, dan sedikit kelicahan untuk mengalahkan lawan.

Hadiah lomba mungkin tidak seberapa, tetapi kebanggaan menang di depan warga kampung menjadi motivasi utama. Suasana ini mengajarkan kita pentingnya kegigihan, meski tantangan tampak sederhana.


Sekarang: Lomba Rebut Pasar Digital

Di era digital, perlombaan berubah drastis. Tidak lagi tentang siapa yang lebih cepat mengunyah kerupuk, melainkan siapa yang mampu menerapkan strategi pemasaran online dengan efektif.

Persaingan kini terjadi di media sosial, marketplace, website, hingga platform iklan digital. Pemenangnya adalah mereka yang bisa memadukan kreativitas konten, kecepatan beradaptasi, dan pemanfaatan data untuk memahami kebutuhan pasar.

Contohnya, sebuah UMKM yang konsisten membuat konten edukatif di Instagram dan mengoptimalkan Google My Business dapat menarik pelanggan lebih cepat dibanding pesaing yang hanya mengandalkan promosi offline.


Kunci Menang di Era Digital

Agar tidak kalah dalam “lomba” era sekarang, pelaku usaha perlu menerapkan strategi pemasaran online yang terencana. Beberapa langkah penting antara lain:

  1. Mengenal Target Pasar – Pahami siapa yang menjadi audiens utama dan perilaku belanja mereka.
  2. Optimasi Media Sosial – Gunakan Instagram, TikTok, dan Facebook untuk membangun interaksi dan brand awareness.
  3. Menggunakan Iklan Digital – Manfaatkan Google Ads atau Facebook Ads untuk menjangkau audiens yang tepat.
  4. Analisis Data – Gunakan tools analitik untuk mengukur performa kampanye dan melakukan perbaikan strategi.
  5. Konsistensi Konten – Publikasikan konten secara rutin untuk menjaga eksistensi brand di mata audiens.

Panduan lebih lengkap tentang optimasi media sosial di artikel Pentingnya Go Digital bagi UMKM.


Persamaan Dulu dan Sekarang

Meskipun bentuk lombanya berbeda, prinsipnya tetap sama: siapa yang gesit, dia yang menang. Jika dulu gesit berarti cepat menghabiskan kerupuk, sekarang gesit berarti mampu mengeksekusi strategi digital sebelum pesaing bergerak.

Bahkan, menurut data We Are Social, pengguna internet di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Ini berarti peluang di pasar digital semakin besar—asal kita bisa mengambil langkah lebih cepat dari kompetitor.


Merdeka di Era Digital

Semangat kemerdekaan bukan hanya soal mengenang sejarah, tetapi juga bagaimana kita memerdekakan usaha dari keterbatasan. Dengan strategi pemasaran online, pelaku usaha bisa menjangkau pasar lebih luas, meningkatkan omzet, dan memperkuat posisi brand.

Kalau dulu kita rebutan kerupuk, sekarang kita rebutan perhatian audiens.
Pemenangnya adalah yang paling siap, kreatif, dan pantang menyerah.